Fashion & Sustainability : Bagaimana Anak Muda Memilih
Sustainability pada fashion dimana produk yang digunakan bisa tahan lama, diproduksi dengan fair labor sehingga dapat meminimalisir limbah yang ada. Industri fashion dapat sangat merugikan jika tidak dikelola dengan bijak. Kasus limbah tekstil yang over menjadi pusat perhatian saat ini, rata rata orang tidak menggunakan pakaian jika 7-10 kali pakai, dan setelah itu dibuang dan mengakibatkan tumpukan limbah yang sulit terurai dan yang paling sering ketika menggunakan baju polyester, nilon yang tidak ramah lingkungan karena dari bahan tersebut dapat melepaskan mikroplastik setiap kali dicuci. Langkah apa yang akan dilakukan anak muda untuk menentukan pilihan terbaik mereka terhadap fashion?
Membeli pakaian thrifting / pakaian bekas
Belanja thrifting memberikan dampak yang signifikan pada lingkungan, industri fashion termasuk penyumbang limbah terbesar dan untuk meminimalisir hal tersebut, membeli pakaian bekas termasuk langkah efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan. Di tiap tahunnya industri fashion menyumbang jutaan ton pakaian di TPA karena tren fashion yang cepat menimbulkan kebosanan pengguna sehingga limbah ini menghasilkan tumpukan gas metana yang memperburuk pemanasan global. Dengan membeli pakaian bekas maka setidaknya kita mengurangi sedikit demi sedikit dari banyaknya sampah tekstil dan pakaian bekas bisa jadi milik pihak kedua yang lebih membutuhkan setelah proses yang panjang. Belanja thrifting menuntut kita untuk lebih selektif dan kreatif untuk menghindari terjadinya pemborosan dan pakaian yang dibeli dari thrifting pun tidak didapatkan di toko lain karena sifatnya yang “bekas” jadi satu macem model yang tersedia. Namun, ada tantangan bagi anak muda jika menerapkan sustainability diantaranya harga produk sustainable cendurung tidak masuk akal, dalam konteks barang bekas, jika thrifting viral dan pupuler maka harga yang ditawarkan bisa naik untuk produk yang tergolong bekas menjadi halangan anak muda untuk menerapkan sustainable. Dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak anak muda yang melakukan thrifting dengan membeli barang bekas, maka satu langkah kecil yang berdampak besar untuk lingkungan.


Menarik banget,makasih info nya ππ
BalasHapusMenarik bangettttπ₯°
BalasHapus